Jadi Terkenang 8 Tahun Lalu!

Sobat, pada saat naik kereta tadi pagi, pas mau berangkat ke kantor, saya melihat tiga mahasiswa dengan perlengkapannya yang aneh-aneh. Ada tas yang terbuat dari karung beras dan diberi warna warni. ada topi yang terbuat dari setengah bola, dan ada beberapa perlengkapan lainnya.

Mereka kelihatan konyol dan lucu dengan perlengkapan itu. saya tersenyum-senyum sendiri melihatnya. Dari penampilannya saya bisa menebak kalau mereka adalah mahasiswa-mahasiswa baru yang sedang melakukan masa orientasi.

Melihat mereka saya jadi terkenang 8 tahun yang lalu. Saya juga dibuat berpenampilan konyol dan lucu oleh mahasiswa-mahasiswa senior. Para junior dwajibkan untuk mengikuti masa orientasi itu.

Masa orientasi merupakan masa yang menyenangkan menurut saya, walaupun kita sering dikerjai. Apapun yang kita lakukan selalu salah walaupun itu sudah benar dan sudah mengikuti aturan yang diberikan.

Sobat, sungguh nikmat bisa memiliki kenangan yang indah dan menyenangkan. Banyak orang yang tidak punya kenangan diantaranya karena mereka yang sibuk selalu dengan pekerjaannya dikarenakan tuntutan hidup sehingga waktu hanya untuk bekerja bekerja dan bekerja. Bukan karena mereka workholic, tapi karena ekonomi yang sulit sehingga menuntut mereka untuk bekerja keras hanya demi sesuap nasi.

Sobat, sungguh bersyukur kita atas kelapangan dan kenikmatan yang selalu dilimpahkan Allah swt selama ini. Maka nikmat Tuhan kamu yang mana lagikah yang kamu dustakan!

Sederhana Itu Sangat Indah !!

Assalamu’alaikum.

Ehmmm….udah lama juga tak menorehkan tulisan di laman ini. Jadi rindu. Alhamdulillah baru saja selesai merayakan lebaran di kampung halaman. Sangat indah dan menyenangkan. Sekarang karena sudah berkeluarga, maka lebaran ini untuk pertama kalinya mendatangi keluarga besar suami. Asik, pada ngumpul semua,,,,,jadinya lebaran semakin terasa. Alhamdulillah lebaran kemarin bisa pulang kampung. Ga tau deh lebaran besok. wallahua’lam. Bagaimana denganmu sobat?

Sobat, terasa benar perbedaan lebaran setelah memiliki dua keluarga besar, dibandingkan dulu. Kalau dulu, saat masih sendiri, lebaran ya….hanya di rumah keluarga besar kita aja. Tapi sekarang, karena sudah berkeluarga, ya….mesti mengunjungi keluarga besar suami juga tentunya.

Satu hal yang saya pelajari pada lebaran kemarin, yaitu menerima semuanya dengan lepang dada. Kalau istilah jawanya NRIMO. Saya dan suami berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja. alhamdulillah cukup. Tidak lebih dan tidak kurang.

Saat bermain ke rumah keluarga besar suami, saya senang akan kesederhanaan yang ada. Karena kami berada di daerah perkampungan, jadi suasana perkampungannya sangat kental dan mengasikkan. Pada waktu kumpul bareng-bareng terasa lengkap keluarga ini walaupun dalam kesederhanaan yang melekat. Masak pakai tungku, pergi ke rumah tetngga yang jaraknya tidak berdekatan dengan berjalan kaki, mengambil air bersih di bawah perbukitan….sungguh terasa indah semuanya.

Keramahtamahan masyarakat pedesaan dan kemurahan senyum, sapa dan santun yang sangat menyejukkan jiwa. Walaupun hanya dua hari di sana…sungguh saya sangat menikmatinya.

Sobat, saya ingin bahasa masalah SEDERHANA kali ini. Sederhana bukan berarti gambaran kemiskinan, tapi sederhana sebenarnya adalah sebuah kekayaan. Saat ini banyak orang yang tidak ingin terlihat sederhana. Mereka berusaha untuk menutupi kesederhanaan itu dengan memperlhatkan sesuatu yang wah dari dalamnya. Sebenarnya untuk apa itu semua? show up kah? agar apa?….apakah agar lebih dikagumi, atau agar lebih terlihat bergengsi? hmmmmm…….rasanya itu semua sangat tidak berguna.

Kenapa saya bilang seperti itu? dari orang-orang terdekat dan teman-teman, saya bertanya pada mereka “mana yang kalian sukai? orang yang terlihat sederhana atau orang yang menutupi kesederhanyaannya?”
Maka dari pertanyaan itu kebanyakan saya mendapatkan jawaban bahwa SEDERHANA ITU INDAH. Saya tersenyum mendengar setiap jawaban teman-teman saya.

Ada teman yang bilang, “kalau gue paling suka orang yang kaya tapi sederhana. Dan paling sebel banget sama orang yang ga punya apa-apa tapi menutupinya dengan memperlihatkan tampilan yang wah”…..ckckckckck ada-ada saja.

Saya setuju dengan pernyataan teman saya. Bahwa orang kaya yang sederhana itulah yang hebat. Oke! Di sini saya tidak berbicara harta. Saya tertarik pada kesederhanaan yang ditampilkan seorang pribadi karena ketinggian ilmu dan kepahamannya. Kalau kita belajar di sekolah dulu ada ungkapan untuk ini…..yaitu…..Contohlah Ilmu Padi. Makin berisi makin merunduk.

Sobat semua sering mendengar itu kan? Yup…..benar sekali, ilmu padi itu sangat pas dan tepat. Seseorang yang berilmu akan sangat disegani bukan karena pandainya saja dalam menyampaikan teori ini dan itu, tapi dia juga bisa membentuk pribadinya menjadi seseorang yang berkahlak mulia dikarenakan ilmunya. Bukankah derajat orang yang seperti ini sangat tinggi di sisi Allah swt.

Oke sobat, itu saja pembicaraan saya saat ini tentang kekaguman saya akan kesederhanaan yang saya temui di kampung halaman. Ini memberikan pelajaran bagi diri saya sendiri bahwa jadilah pribadi yang sederhana dan indah :D

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.