Rindu Pulang
31 Agu 2010 Tinggalkan sebuah Komentar
in Tak terkategori
Tentu semua orang yang merantau akan sangat rindu untuk pulang ke kampung halamannya. Termasuk saya sendiri…heheheh. Bagaimana tidak rindu? setelah sekian lama ditinggal. tempat yang begitu penuh dengan kenangan dan hal-hal yang sangat tidak bisa dilupakan. tempat kita lahir dan dibesarkan. Tentu itu semua akan mengundang rasa rindu itu muncul dan berusaha mencari waktu untuk bisa mengobati rasa rindu tersebut. Terutama jika hal-hal besar seperti lebaran atau acara lainnya yang sangat penting, akan mengundang diri ini untuk segera pulang menengok tanah kelahiran dan tempat asal.
Begitu besarnya kerinduan itu sehingga dengan cara apapun akan dilakukan untuk memenuhi rasa rindu ini. Tapi adakah kita berpikir pada kampung halaman sebenarnya? Termasuk saya sendiri, kadang kita semua lupa akan kampung halaman kita yang sebenarnya. dan kita juga tidak menyiapkan diri ini dengan baik untuk pulang ke kampung itu. Tahukah teman….kampung halaman kita sebenarnya?
AKHIRAT…..yah….itulah kampung halaman kita sebenarnya. adakah rasa rindu kita begitu mendalam untuk pulang ke kampung halaman akhirat? jika dijawab jujur……saya rasa kerinduan kita saat ini masih saja pada sifat keduniaan. Bahkan terkadang atau jarang sekali kita merindukan kampung asal sebenarnya, dibandingkan rindu kita pada tanah kelahiran, tempat kita dibesarkan dan hal-hal keduniaan lainnya. Bahkan kita sendiri tidak ingat sebenarnya dimana kampung halaman kita !!!!
Bisakah kerinduan kita akan kampung halaman akhirat itu sebesar rindu kita pada kampung halaman kelahiran?
Terkadang, saat kita akan pulang ke kampung halaman dan bertemu dengan orang-orang yang begitu kita sayangi dan cintai, kita mempersiapkan segalanya dengan perfek dan sempurna tanpa cela. Dan terkadang kita ingin terlihat wah dan hebat. Tapi…..tidak begitu untuk kampung akhirat, kampung kita yang sebenarnya. Entah persiapan apa yang kita punya untuk kampung akhirat kita. punya bekal pun tidak seberapa….entah bekal atau tidak pun kita juga tidak tau.
Tidah sulit untuk menyiapkan bekal yang akan kita bawa menuju kampung akhirat, tapi tidak susah juga diri ini akan masuk ke gerbang yang penuh dengan ketergelinciran-ketergelinciran yang melenakan kita pada gerbang maksiat……baik itu besar maupun kecil. Bahasa simpelnya, mudah berbuat kebaikan juga sama mudahnya dengan tergelincir pada keburukan. So….teman……mari kita tergelincir ke arah kebaikan.
Kita ini merantau hanya untuk sementara di bumi ini. kelak kita akan balik lagi ke tempat asal sebenarnya….jadi…..ayo siap-siap untuk pulang ke kampung halaman kita