Rejeki
09 Jun 2010 2 Komentar
in Ibrah
Rejeki…..hmmmm kata ini sering sekali kita mendengarnya. Bahkan kita juga sering menyebutnya. Tapi apa sebenarnya definisi rejeki yang ada dalam kapala kita? Kalau dulu saya sendiri berpikiran bahwa rejeki itu adalah uang dan beberapa kekayaan berupa harta yang kita punya dan kita dapatkan dengan hasil kerja keras sendiri. Bagaimana dengan teman-teman, apakah kalian juga berpendapat seperti itu? Hmmmm…..mungkin kebanyakan memang begitulah persepsi rejeki yang tertanam dalam kebanyakan pikiran orang.
Tapi itu nggak salah kok. Itu termasuk ke dalam salah satu definisi dari rejeki itu. Namun masih banyaaaaaak sekali sebenarnya, dan masih luaaaaaas banget. Hanya kita karena terpaku pada jumlah nominal yang konkret saja sehingga hanya itulah yang tertanam dalam benak.
Setiap yang bernyawa sudah dijamin Allah swt rejekinya, bahkan binatang melata dan semut sekalipun sudah terjamin. Jaminan ini tertulis dalam Alqur’an. AKan tetapi, banyak dari kita yang sangat takut dan cemas, bahkan kita lebih sering merasa bahwa jumlah nominal yang kita dapatkan itu masih sangat kurang sehingga butuh lebih lagi….lagi….dan lagi.
Tahukan teman, ternyata rejeki kita itu sangat melimpah lo……bahkan sampai jumlah yang tak terbatas, yang kita sendiri tidak bisa menghitungnya….mungkin kalau mengajak beberapa teman sekalipun untuk menghitung rejeki yang kita dapatkan, mereka juga tidak bakalan bisa membantu kita menghitung rejeki kita. Mungkin secara nominal yang konkrit jumlahnya memang segitu, tetapi sebenarnya melimpah yang sudah diberikan pada kita. Baiklah….begini, misalkan kita mempunyai salari tiga juta sebulan…..dan kita berpikir hanya tiga juta itulah rejeki kita yang diberikan Allah. Benar bukan? Hmmm…….sebenarnya salah. Bukan tiga juta itu rejeki kita. Bahkan lebih dari itu. Bisa saja 10 juta, 20 juta atau lebih dalam sebulan itu. Pasti anda akan bertanya-tanya….”bagaimana bisa? yang saya terima hanya tiga juta kok, mana mungkin saya dapat 20 juta atau lebih” saya rasa seperti itulah kira-kira tanggapan orang kebanyakan.
Teman, sungguh….sebenarnya rejeki kita itu tidak terbatas lo……!!! Memang benar jumlah nominal yang kita terima hanya 3 juta rupiah sebulan. Tapi jumlah yang tidak berupa nominal bisa mencapai puluhan juta. Kita diberikan kesehatan itu adalah rejeki……kenapa? Karena kalau kita sakit dan sakitnya cukup parah, maka kita harus mengeluarkan biaya untuk mengobati sakit itu sekian juta. Benarkan? Jika kita sehat-sehat saja dalam waktu satu bulan ini, berarti kita tidak perlu mengeluarkan uang sekian juta, dan itu berarti kita sudah menghemat sekian juta tersebut.
Berikutnya. Kita punya motor dan ke kantor dengan mengendarainya . Kita tidak menabrak orang dalam bulan ini, sehingga kita tidak perlu menanggung biaya pengobatan orang……Nah…itu termasuk rejeki juga bukan. Masih banyak lagi hal-hal yang diluar pemikiran kita sebenarnya. Jadi teman-temanku, sadarilah…..jangan menghitung rejeki itu dari jumlah nominal yang kita terima, tapi hitung jugalah dari hal yang tidak berbentuk nominal. Niscaya kita tidak akan bisa menghitungnya. Jadi fabiayyiaala irabbikumaa tukazzibaan (nikmat tuhanmu yang manalagikah yang kamu dustakan). Mari teman-teman, kita sama-sama introspeksi dan memperbaiki diri menjadi lebih baik
Sebenarnya hanya satu kekayaan yang sangat berharga dalam hidup kita ini, dan tidak terhitung nilainya…….yaitu adalah….IMAN. Semoga kita hidup dengan limpahan keimanan, dan dimatikan Allah swt juga dalam keimanan. Amin ya Robbal’alamin.
Jun 09, 2010 @ 06:53:56
Sebuah hasil dinikmati dari prosesnya… Kunjungi juga http://indonesia4lifetransferfactors.wordpress.com/
Agu 23, 2010 @ 00:42:26
^_^ benar sekali teman