Sahabatku Saudaraku

Malam ini aku baru saja saling SMS-an dengan sahabat lamaku. Dia bukan hanya sekedar sahabat, tapi juga aku anggap sebagai saudaraku. Aku begitu mencintainya, dan mau melakukan apa saja jika dia membutuhkan bantuanku. Sebisa mungkin akan aku usahakan. Sungguh aku sangat merindukannya. Sudah hampir tiga tahun aku tidak bertemu dengannya. Cukup lama memang. Jarak yang memisahkan kami. Namanya V. Dia tinggal di Subang dengan suami dan anaknya, sedangkan aku berada di Jakarta. Walalupun jaraknya masih bisa ditempuh, tapi waktu luanglah yang susah untuk dicari. Aku sibuk dengan kegiatan dan pekerjanku, sedangkan dia juga sibuk dengan kegiatannya di sana.

Dia adalah teman kuliahku. Tiga tahun yang lalu kami sama-sama menyusun skripsi, dan enam bulan kemudian kami sama-sama sidang pengujian skripsi. Itulah kebersamaan terakhir antara kami berdua. Sewaktu menikmati masa kuliah dulu, banyak hal yang sudah kami lalui. Belajar bersama, iseng bersama, dan ternyata kami pun punya kesukaan yang sama pula ….. heheheh … ternyata dia memang dikirimkan Allah swt untuk menjadi sahabatku, sekaligus sebagai saudaraku. Senang bersama, sependeritaan juga bersama. Kami sama-sama anak rantau. Demi ilmu kami pergi ke Jakarta untuk menempuh pendidikan yang lebih baik.
Awal berada di kampus ini, aku agak bingung mencari seseorang yang bisa dijadikan sahabat. Karena memang mencari sahabat itu susah……yup…tentu saja susah. Karena teman bukan hanya untuk tertawa bersama, tapi teman yang sebenarnya adalah yang juga bisa bertoleransi dalam kesusahan yang suatu saat akan mendera. Alhamdulillah hanya satu yang aku dapat saat kuliah dan sampai sekarang.

Malam ini aku terima SMS dari teman lamaku ini. Cukup terobati kerinduan. Aku sharing pada dia karena sedang berada dalam suatu kesusahan pikiran …… lagi-lagi…..dia memberikanku kalimat penyejuk hati, menyiram kegersangan hati. Ada kegundahan dalam diri ini, kenapa saat ini belum terlihat juga pelengkap dari setengah DIN ini, seseorang yang akan menjadi imamku. Terus terang, diri ini sudah menguatkan niat dari setahun yang lalu untuk melengkapi din, tapi belum juga terlihat. Entah kurang usaha atau apa, aku juga tidak tahu.

SMS V.

Sbnarny cln F itu sudah di ACC Allah swt, hny blum saat ni wktny. insyaAllah bila dh wktny, F jg tak kan bs mnolakny. Jgn lupa brsyukur dg apa yg didpt,n ttp brdoa.

Aku sangat senang mendapatkan SMS itu. Dia selalu mengingatkan aku kala kelalaian dalam berpikir mulai mendera diri ini. Dalam beberapa hal Allah swt sangat memudahlan segala urusanku, namun untuk hal yang satu ini, aku merasa sangat butuh perjuangan untuk menemukannya, hanya belum juga aku temukan. Sebab itulah SMS di atas dikirimkan untuk mengingatkanku.

SMS berikutnya:

Nah, itu yg patut disyukuri, mngk org lain cpat dibri jdh. Tp Allah swt mmbrikn ujian yg sulit dlm hal lain. Intiny, Allah swt ingin mnguji kualitas keimanan kita. Allah sdg mnilai dl ikhwan mn yg co2k tuk F. Sabar ya……V doakn F, mudah2n dimudhkn dlm mnjmputnya. Skng2 ni F sdg difokuskn oleh Allah swt tuk mmbantu klrg n saudara2mu. V jg kbagian sm bantuan2 itu. F jgn trlalu capk n byk pkrn, kita sama2 bljr n saling mndoakn. F ma V jg ditrapi di Cibingong……msh ingatkn?

Huuuffff……subhanallah, benar-benar menyejukkan SMS di atas, sehingga membuat aku berpikir dan ingat selalu pada Allah swt, untuk selalu mensyukuri nikmat. Memang, semua orang itu mempunyai kemudahan dan kesulitan dalam hal yang berbeda-beda. Tidak ada yang sama antara satu dengan yang lainnya. Disatu sisi aku dimudahkan, disisi lain tidak begitu dimudahkan. Begitu juga dengan yang lain. Alhamdulillah aku selalu diingatkan oleh Allah swt, melalui seseorang yang sangat aku sayangi. V adalah teman yang selalu siap dan ada untukku saat masa kuliah dulu. Kala aku yang kesulitan, maka dia ada untukku, membantu semampu yang dia punya. Begitu juga sebaliknya, kala aku sakit dan dalam kesusahan lain, dia orang yang pertama ada untukku. Allahu Akbar. Alhamdulillah. Terimakasih ya Rabb, dikirimnya V untukku. Waktu berobat ke cibinong dulu (jarak yang sangat jauh untuk ditempuh, dengan uang yang pas-pas an, itu masa kuliah dulu, aku harus berobat untuk suatu penyakit) dia juga ada untukku.

SMS berikutnya.

Ingatkn pngalamn2 kita dl….??wkt di foto di rel, ditipu org yg pura2 nyasar, liat soang di lpngan masjid at-taqwa, ngumptin sptu ajk+ftth, metik melati, mkn nasi kerakny doang….hehe msh ingatkn? Ini ingat, tp ttg pljrn lupa…xixi….iya F, kita sling mgingatkn krn kt dcptkn sbg hamba yg lmah.

Wkwkwkwk…..sungguh aku ketawa geli mendapatkan SMS ini. Ternyata begitu banyak hal-hal yang kami alami bersama. Iseng juga ternyata. Aku tidak nyadar klo dulu ternyata sangat iseng. Sangat banyak memang hal-hal yang kami lalui bersama. Mengenai foto di rel…..waktu itu sedang pergi jalan-jalan karena perkuliahan juga tidak banyak hari ini, sehingga pulang lebih awal, maka kami pergi ke masjid Istiqlal naik kereta. Kami foto-foto dir el kreta, lumayan buat kenangan…hahaha….katro juga kali ya….tapi gpp lah..emang kita wong deso kok, yang merantau ke Jakarta untuk sebuah tujuan besar, yaitu Ilmu. Kami juga pernah ditipu oleh seseorang. Dengan wajah yang memelas dan suara yang begitu diatur…menghampiri kami dan meminta bantuan semampu yang kami punya. Karena merasa kasihan (jiwa sosial yang tinggi …cieee…..wkwkwkwk) maka kami patungan memberikan sejumlah uang yang cukup untuk membiayai ongkos tujuan yang disebutkan orang itu. Padahal kami sendiri juga sedang punya uang yang pas-pasan. Tapi rasa sosial Alhamdulillah masih tinggi, maka kami berikan setengah dari yang kami punya. Ternyata….beberapa hari berikutnya, orang yang sama, ada ditempat itu lagi. Sontaklah kami sadar. Ternyata dia seorang penipu dengan metode wajah memelas….hahaha….nggak papalah, anggap saja amal, biar soal perhitunngan menjadi urusan Allah swt.
Kamu juga pernah makan nasi yang hanya keraknya doang. Waktu itu akhir bulan, biasa….klo dah akhir bulan kantong mahasiswa selalu kering (kanker…itulah istilahnya..hahahah), maka saat berada di kos, pas lihat ricecooker, ternyata hanya sedikit nasi yang ada, berikut keraknya. Ya sudahlah….karena hanya itu yang ada, maka kamipun memakannya, dan cukup puas dengan rejeki yang segitu….hahahaha…..indah memang kenangan itu.

SMS berikutnya.

Hehehe…iya, kita itu iseng bgt. Kadng klo ingat itu V senyum2 sndri. Itu hal yg tkkn prnh terlupkn n takkn terulang lg. masa2 itu hny skali. Itu knangan trindh masa kul.kita jg dikasi julukan siceroboh sama anak2, bnar ga ya? Malah fi2 blg…aneh…anak gaul enggak, akhwat sejati jg enggak!! :)

Aku pun juga sering senyum-senyum sendiri kalo mengingat semua kenangan itu. Semuanya indah. kekusahan yang dihadapi bersama itu indah, dan keindahan yang dihadapi bersama terasa lebih indah :) . Mengenai ceroboh….aku ga tau apakah benar kami ini sering ceroboh sehingga mendapatkan gelar itu. Klo sekali-sekali ceroboh mungkin iya kali ya….tapi kalo sering….kayaknya nggak deh…xixixixi….bela diri sendiri.

Anak gaul nggak, akhwat bgt jg nggak…..hahaha aku tertawa membacanya. Tapi itu sepertinya betul banget deh. Dulu, kami ini nyantai. Bisa berteman dengan siapa saja. Tidak memilih teman. Siapapun bisa jadi teman, tapi kami tetap menempati diri kami sebagai seseorang yang tetap disegani dan dihormat sebagai seorang teman, dan sebagai seorang sahabat oleh teman-teman semua. Kami berdua berteman dengan siapa saja. Dengan akhwat sejati, dengan ikhwan sejati dan ikhwan setengah…xixixi, dengan playboy, dan dengan teman-teman yang supergaul. Semunya berteman dengan kami.

Dengan Akhwat….kami punya seorang teman akhwat yang menjadi tempat kami untuk berdiskusi banyak hal dan menimba ilmu agama, begitu juga dengan beberapa teman ikhwan. Kami memposisikan diri disini sebagai teman dan sebagai seseorang yang ingin belajar. Kalau dengan playboy….hehehe teman kami juga ada yang ini. Malah dia sangat baik sama kami, dan curhat mengenai cewek-ceweknya pada kami. Di sini kami memposisikan diri hanya sebagai pendengar. Kalau sebagai pemberi saran dan masukan…kayaknya tidak mempan. Karena dia memang sedang asik menebar pesona kemana-mana. Walalupun kita bilang itu tidak baik gonta-ganti mulu…mana mempaaaan…hahaha. Sedangkan dengan teman-teman yang supergaul, kami juga berteman dengan mereka. Sekali-sekali kami memenuhi ajakan mereka untuk makan di mall rame-rame. Hanya sekali-sekali saja (heheh…soalnya ingat kantong….klo sering-sering bisa kering) nah disini kami menempatkan diri sebagai teman yang ikut berbahagia akan kebahagiaan teman (dibaca: teman ketawa doank). Itulah kami yang disebut aneh tadi oleh salah satu teman akhwat kami yang bernama fi2.

Itulah sebagian kenangan yang kami punya dan kami bicarakan malam ini. Mengingatnya indah. kami akan selalu saling mengingatkan dan saling memberikan masukan dan dukungan. Semoga Allah swt menjadikan dia sebagai sahabatku didunia ini, dan sahabatku di akhirat kelak. Sahabatku adalah saudaraku. Aku siap memberikan segalanya baginya. I miss u V, love u 4ever.

Untuk seorang sahabat yang aku rindukan :)

Pilihan !

Hidup itu adalah pilihan. Kala kita dihadapi akan hal yang lebih dari satu maka kita harus memilih salah satu di antaranya, karena kita tidak akan bisa melakukan dua-duanya dalam satu waktu. Saat tidak ada hal yang akan dipilih, maka kita meminta pada Rabb agar diberikan apa yang kita inginkan. Namun, kala hal itu sudah diberi, tidak satu, malah diberikan beberapa oleh Rabb, kita justru bingung mau pilih yang mana????

“Memilih”……hmmm suatu kata yang berat. berat apa nih? Hehehe….berat untuk menentukan pilihan itu dan sulit untuk menemukan the best di antara yang ada. Kata orang hidup itu adalah pilihan. Contohnya: kita mau jadi apa? Baik atau buruk?….nah itu terserah pilihan kita, kita sendiri yang memilih, bukan dipilihkan. Begitu juga dengan cita-cita. Itu juga bisa termasuk ke dalam pilihan. Mau jadi apa? Mau apa? Silakan kita pilih kemudian melakukan usaha untuk menuju kesana. Keberhasilan atas pilihan itu tergantung juga seberapa besar usaha yang sudah dilakukan untuk mencapai pilihan yang sudah diputuskan itu.

Satu lagi nih contohnya, memilih pasangan (suami atau istri), kala belum mendapatkannya, maka kita berharap untuk segera diberikan pasangan oleh Rabb. Namun kala Rabb berikan beberapa, maka kita bingung pilih yang mana. Pilih yang ini; dia lebih dalam hal ini, dan kurang dalam hal itu. Begitu juga bila pilih yang itu, dia juga tentu punya kelebihan dan kekurangan. Karena itulah manusia diciptakan berpasangan antara kelebihan dengan kekurangannya.

Sebenarnya kemantapan dan kesiapan diri sendirilah yang sangat diperlukan. Apakah kita siap dengan kekurangan dan kelebihan atas semua pilihan yang ada dalam hidup ini. Siapkah dengan rintangan yang akan dijalani? Hmm….butuh perjuangan untuk mencapai kata “siap” itu.

Kebanyakan dari kita hanya siap untuk hal-hal yang terbaik saja dan kita tidak mempersiapkan diri untuk kemungkinan yang terburuk. Jadi gimana donk?…..hehehe….kelihatannya memang rumit, tapi pasti bisalah. Bukankah hal yang harus kita lakukan hanyalah ikhtiar-doa-tawakal. Tiga hal ini harus sepaket dijalankan. Jangan dipisah-pisah antara satu dengan yang lainnya. So….lets do it!!!!!

Akan Seperti Apa?

Saya akan mencoba menulis secara harian, agar bisa saya pelajari setiap hal yang telah terjadi sebagai pembelajaran diri. Kali ini saya ingin bercerita sedikit tentang gambaran kelas grade 12 period 5 sampai 6. saya sangat senang dikelas ini, karena bisa melihat gambaran masa SMU dulu, beberapa tahun silam, yang telah berlalu.

SMU memang adalah masa yang indah untuk dikenang, karena masa ini tidak akan terulang lagi. Baiklah, kita kembali ke kelas yufie dan kawan-kawan, kenapa saya bilang kelas yufie, karena yang menjadi gambaran kesamaan hal dalam masaku adalah ya…yufie ini.

Barusan saya memberikan paper test tentang novel Atheis karya Achdiat K. Miharja. Dia sangat tidak semangat mengerjakannya. Memeng sudah sekitar sebulan ini tidak terlihat lagi semangat untuk mengerjakan tugas di subjek saya. Dia justru lebih senang curhat pada saya tentang apapun yang diainginkan, seperti tentang ceweklah atau tentang teman-teman lainnyalah, dan hal lainnya. Menurut saya, selain kejenuhan, faktor yang mendukung adalah karena dia sudah diterima disalah satu universitas swasta yang ada di Jakarta. Beberapa universitas swasta sudah banyak yang menerima mahasiswa, walaupun siswa itu masih belum menyeesaikan ujian akhir sekolah. Mengeherankan. Tapi itulah realnya.

Sangat kontras dengan masa kita dulu. Dulu, saat tiga bulan menjelang ujian nasional, begitu berkobar semangat untuk saling berpacu dalam mengerjakan tugas. Saling berpacu kerajinan dan intelegensi, dan juga sering berlomba-lomba untuk mengadakan kelompok diskusi dalam pelajaran apapun, agar bisa menambah pengetahuan dan saling tukar pengetahuan.

Sedangkan masa sekarang……????? Hmmmm….entahlah. seperti yang kita lihat. Yang rajin tetap rajin dan penuh semangat sedangkan yang biasa-biasa juga. Tidak berpengaruh apakah akan ada ujian penentuan kelulusan atau tidak. Mereka begitu percaya dengan bocoran jawaban. Entahlah……akan apa jadinya!!!!
Saya merindukan masa-masa SMU dulu. Masa-masa bercanda, belajar, dan saling bersaing untuk menjadi yang terbaik. Sudah delapan tahun masa itu berlalu. Masing-masing teman-teman entah dimana dan bagaimana. Hehehe……semoga sudah menjadi seperti yang mereka inginkan atau menjadi seseorang yang diluar perkiraaan mereka sendiri. Miss u guys :)

Buat kelas Yufie dan kawan-kawan……kita lihat 5 tahun yang akan datang……hahahaha. Entah seperti apakah mereka itu. Sama seperti saya, yang dulu bertanya-tanya dalam hati…..akan jadi apa saya beberapa tahun yang akan datang. Jawabannya adalah….. yang seperti ini sekarang xixixixixi….

“Gadis Tangsi” karya Suparto Brata

Satu kata yang pas untuk karya ini “hebat”. Ya. Itulah kata yang pas, setelah saya membaca karya besar ini. Saya sangat takjub dengan tema yang diangkat oleh sang penulis. Suparto dengan berani mengungkapkan bagaimana keadaan suatu wilayah, bagaimana kebudayaan, dan bagaimana realitas kehidupan budaya tersebut yang menentang budayanya.

Saya sangat kaget pada ending cerita karena sangat berbeda dengan prediksi yang ada dalam benak saya saat belum selesai membacanya. Saya mengira bahwa ceritanya akan berending sesuai dengan apa yang saya pikirkan. Ternyata tidak. Sungguh hebat,

Teyi…..itulah nama tokoh utama yang terdapat dalam novel ini. Seorang gadis cilik yang hidup dalam lingkungan tangsi yang keras. Hidup dengan penuh perjuangan demi memenuhi cita-cita orang tuanya. Menurut saya, dalam cerita ini terdapat ekploitasi pada anak. Kenapa? Karena dalam cerita ini, bagaimana seorang gadis kecil, dipaksa oleh ibunya untuk selalu bekerja, bekerja dan bekerja demi menupulkan uang lebih banyak demi alasan agar biasa kaya.

Semangat sang ibu untuk mengumpulkan kekayaan ini terpicu kala seorang kerabatnya (adik iparnya) yang bernama Yu Camik yang menuduh dia sebagai seorang perempuan miskin yang hanya bisa mengharapkan kekayaan dari keluarga suaminya. Tentu saja Raminem – ibu Teyi – sangat panas mendengarkannya. Siapapun yang manusia, jika dituduh seperti hal itu, padahal dia tidak pernah mengharapkan hal tersebut, tentu akan merasakan hal yang sama dengan Raminem.

Teyi….sang tokoh cilik, patuh mengikuti kemauan ibunya, walaupun sering juga menggerutu, dan merasa iri pada teman-temannya. Siapa yang tidak iri, jika anak-anak yang seusianya dengan sangat bebas bermain sesuka hati mereka tanpa ada kekangan dan batasan dari orang tua. Itulah yang dialami Teyi. Dia menjual gorengan dari pagi sampai gorengan itu habis. Setelah habis pun dia tidak boleh bermain-main, jika tetap bermain tentu akan mendapatkan tambahan omelan.

Yang menarik bagi saya adalah watak dari Teyi. Dia anak yang patuh terhadap apa yang dikatakan ibunya, namun dibalik kepenurutan itu dia juga punya watak yang keras. Tekad yang kuat, dan rasa ingin tahu yang besar. Teyi selalu terangsang terhadap hal-hal baru yang ingin diketahuinya. Pergaulan dengan teman-teman yang berbagai macam karakter membuat Teyi belajar atas semua hal.

Teyi seorang gadis cilik yang hidup dalam kehidupan tangsi, adalah gambaran realitas yang mungkin bisa kita pelajari. Bagaimana kehidupan zaman dahulu, semasa penjajahan Belanda. Novel ini juga memperlihatkan interaksi antara pribumi dengan bangsa penjajah, Belanda. Kehidupan tangsi yang bebas membentuk tokoh ini menjadi seorang gadis yang liar tapi masih tetap mengingat aturan-aturan yang diajarkan oleh ibunya. Teyi yang berteman dengan anak-anak tangsi dengan berbagai karakter. Kehidupan seks anak kecil juga tergambar dalam novel ini. Bagaimana seorang anak kecil yaitu tokoh Keminik yang sudah melakukan hubungan seks dengan Gemi – seorang yang sudah beristri – bahkan dengan teman sepermainannya yaitu sumbing. Ajaran-ajaran seks yang dimasukkan oleh tokoh Kemini dalam otak Teyi telah melekat erat dalam pikiran Teyi. Dia melihat langsung hubungan persetubuhan temannya geminik dengan Suami dari lik Gemi, dan dia juga melihat adegan ciuman yang dilakukan oleh Keminik dengan sumbing. Semua itu merupakan hal yang menjijikkan bagi teyi. Pernah dia punya hasrat untuk melakukan hal yang seperti temannya, tapi segera ditepis dari benaknya. Karena dia takut simbok marah. Yang menjadi pagar dan benteng Teyi adalah Raminem. Dia sangat takut pada simboknya. Dia tidak ingin simboknya marah. Itulah kehidupan liar yang tergambar dalam novel ini

Ada seorang tokoh yang ingin mengubah karakter tokoh cilik ini, yaitu Putri Parasi, seorang putri keturunan kerajaan Solo. Dia seorang keponakan dari Sri Baginda Ingkang Sinuwun. Dia hidup dalam lingkungan kerajaan yang penuh dengan tata krama dan aturan kerajaan. Putri Parasi adalah salah satu dari hasil didikan kerajaan yang baik. Dia serang putri yang cerdas dan ayu, serta mengetahui dan menjalankan segala aturan kerajaan dengan baik.

Awal mula pertemuan antara Putri Parasi dengan Teyi adalah saat Teyi yang sengaja lewat loji (tempat tinggal pejabat tangsi) Putri Parasi dan kapten Sarjubehi. Rumah yang ditumbuhi pohon mangga dengan buah yang sangat menggiurkan bagi siapapun yang selalu ke sana. Sebelumnya Teyi diajak oleh teman-temannya untuk memakan mangga yang dirujak. Teyi ragu untuk memenuhi ajakan itu, karena dia merasa bahwa mangga itu didapat dengan cara yang tidak halal. Ibunya selalu mengingatkan untuk tidak mencuri atau memiliki hal yang tidak menjadi hak miliknya. Walaupun keras dan terkesan sedikit kejam, ibu Raminem tetap menanamkan nilai-nilai luhur bagi pelajaran hidup anaknya. Dibalik kekerasan sikapnya itu, dia ingin membentuk anaknya berbeda dengan yang lain, tentu dengan menggunakan caranya sendiri.

Untuk menguatkan hatinya agar tidak ikut makan buah mangga yang dirujak itu, Teyi segera meninggalkan teman-temannya itu dan menjajakan gorengannya seperti biasa. Kali ini dia mencoba melewati rumah pemilik pohon mangga yang dicuri oleh Keminik dan teman-temannya tadi, dengan harapan dia bisa mendapatkan mangga dari sang pemilik rumah tersebut. Saat menjajakan itulah Ninek Jidan melihat Teyi yang menjajakan gorengan dan membeli gorengannya. Merekapun bercakap-cakap sebentar. Melalui cerita Ninek Jidan Teyi mengetahui tentang Putri Parasi walalupun pada awal kesana dia tidak melihat siapa-siapa kecuali Ninek Jidan. Ninek jidan adalah pengasuh Putri Parasi sejak kecil. Beliau bagaikan pengganti dari ibunda Putri Parasi. Namun begitu, Ninek jidan tetap mengabdi sebagai seorang pengasuh pada Putri Parasi.

Saat datang untuk yang kedua kalinya…..Teyi barulah bertemu dengan Putri Parasi. Dia sangat takjub akan kecantikan putri tersebut, karena belum pernah seumur hidup dia bertemu dengan orang yang secantik Putri Parasi. Bagaikan seorang putri dalam cerita-cerita dongeng yang ada dalam benaknya. Maka terjadilah interaksi Antara mereka yang efektif setiap harinya. Teyi selalu kesana, setelah siang, setelah gorengannya habis, atau tinggal sedikit. Jika gorengan itu tidak habis, maka Ninek Jidan lah yang akan memborong semuanya.

Kehadiran Teyi setiap hari menumbuhkan semangat Putri Parasi. Dia bagaikan punya teman dan mengingatkan dia kembali pada keluarga dikerajaan. Disini Putri Parasi sudah bertekad, bahwa dia tidak akan pulang kekerajaan setelah empat tahun. Dia akan setia mendampingi suaminya dimanapun beliau ditugaskan, meskipun dengan keadaan yang sangat jauh berbeda dengan kondisi kerajaan. Hidup dengan sederhana dan bersahaja.

Disinilah bermulanya hubungan antara keduanya. Sedikit demi sedikit Putri Parasi mengajarkan pada Teyi tentang tatakrama dan cara hidup dalam kerajaan. Mulai dari bahasa dan bertingkah laku. Teyi sangat senang akan semua ini. Dia bagaikan hidup dalam dunia mimpi dan khayalan. Semua yang diajarkan oleh Putri Parasi dijalankan dengan sangat baik dan tepat. Hubungan pertemanan ini tidak mendapat restu dari Raminem, ibu Teyi. Dia tidak mengizinkan anaknya dekat-dekat pada keluarga kerajaan itu, karena takut sesuatu akan menimpa anaknya. Takut anaknya akan dijadikan munci (gundik, atau selir). Bagi sebagian besar penduduk tangsi, dimunci oleh orang kaya apalagi oleh orang kerajaan merupakan sesuatu yang terhormat dan akan mendapatkan kesenangan hidup dengan kecukupan harta. Tapi lain halnya dengan Raminem. Dia tidak ingin anaknya dimunci, dia ingin anaknya memiliki status pernikahan yang jelas. Tidak seperti selir, yang tidak memiliki status pernikahan yang jelas.

Putri Parasi sangat menyayangi Teyi. Dia sudah bertekad untuk menjadikan Teyi sebagai anak didiknya yang hebat. Segala hal diajarkan. Sampai pada baca tulis Belanda juga diajarkan. Disinilah Teyi berubah. Teyi punya dua kehidupan yang berbeda. Di dalam loji Putri Parasi dia menjadi seorang Teyi yang pintar dan bertatakrama seperti orang kerajaan, sedangkan di luar loji dia tetap sebagai Teyi yang seperti biasa. Tidak satupun dari teman-temannya yang mengetahui hubungan rahasia antara Teyi dan Putri Parasi kecuali orang yang berada dalam loji itu saja, yaitu Ninek Jidan dan Kapten Sarjubehi yang merupakan suami dari Putri Parasi yang menjadi kapten di tangsi ini.

Sebagai seorang guru, Putri Parasi adalah guru yang luar biasa sabar. sedangkan sebagai seorang putri, dia adalah seorang yang cerdas dan penuh tatakrama dengan segudang kepandaian. Itu semua di tularkan pada Teyi. Putri Parasi bercita-cita untuk mencarikan seorang suami untuk Teyi. Dia menginginkan Teyi menikah dengan seorang pangeran yang ada di istana Jayaningratan. Kerajaan tempat Putri Parasi lahir dan dibesarkan. Tekad dan semangat ini sangat kuat. Namun sayang…..beberapa hari sebelum mereka akan pulang kekerajaan, Putri Parasi pun meninggal karena penyakit yang memang sudah menjadi langgananya sejak lama. Teyi sangat terpukul dengan kematian ini, karena itu berarti cita-citanya untuk melihat langsung kerajaan dan mendalami suasana kerajaan…pupus sudah. Semuanya benar-benar hanya sekedar mimpi.

Teyi kembali dalam kehidupannya semula sebagai seorang penjual goreng. Empat tahun kurang bergaul dengan Putri Parasi sangat berdampak pada perubahan karakternya. Teyi menjadi lebih dewasa dan patuh pada orang tuanya. Teyi yang semakin matang dan cantik serta pintar dan bisa berbahasa belanda. Kepintarannya ini baru diketahui oleh orangtunya kala Teyi bercakap-cakap dengan Kapten Sarjubehi di rumahnya, kala kapten sarjubehi meminta pada teyi untuk kembali ke loji dan mengurus rumahnya. Mereka berbicara menggunakan bahasa Belanda, ini disengaja oleh tuan Sarjubehi agar orangtuanya tidak salahpaham. Teyipun meladeni kapten itu dengan bahasa Belanda.

Ketakjuban meliputi kedua orangtanya. Maka mulailah Teyi bercerita tentang semuanya. Hubungannya dengan keluarga dalam loji selama empat tahun ini. Karena sudah mengetahui dengan jelas perihalnya, barulah Raminem mengizinkan Teyi mengrus loji, tapi tidak untuk tinggal disana. Karena dia tetap menginginkan anaknya suci, dan tidak di munci.

Sebenarnya ada terselip rasa ingin memiliki kapten Sarjubehi dalam benak Teyi. Tapi keinginan itu pupus setelah Dumilah – teman yang dipekerjakan Sarjubehi di lojinya setelah mendapatkan persetujuan dari Teyi – bercerita dengan gamblang tentang hubungan persetubuhan mereka. Teyi merasa menyesal, kenapa bukan dia, kenapa Dumilah!!!!

Semuanya dihapus Teyi dari benaknya. Semua keinginan-keinginan. Orang tuanya mulai mencari seseorang yang pantas untuk menjadi suaminya. Pilihan jatuh pada Sapardal. Seorang pegawai tangsi. Merekapun menikah. Namun saat pernikahan, Kapten Sarjubehi datang dengan ponakannya bernama Ndara Mas Kus Bandarkum. Walaupun mereka belum pernah bertemu satu sama lain sebelumnya, tapi mereka sudah sangat saling kenal. Ini dikarenakan surat menyurat yang terjadi antara mendiang Putri Parasi dengan ponakannya yang berada di kerajaan jayatiningrat. Dalam suasana itu Kus Bandarkum berbicara dengan Teyi dalam bahasa belanda, dan mengatakan kalau dia mencintai Teyi, walaupun Teyi baru saja menikah dan sah menjadi istri Sapardal. Saat kata-kata cinta itu di ucapkan Kus Bandarkum, perasaan Teyi semakin tidak tenang. Dia terngiang-ngiang terus akan kalimat tersebut. Sehingga terdapat dalam niatnya untuk mengakhiri pernikahan dengan Sapardal dengan alasan Sapardal bukanlah lelaki jantan yang tidak bisa melakukan hubungan semestinya pada malam pertama pernikahan mereka. Cerai, ituah yang dikatakannya pada bapak dan ibunya. Sapardal juga menerima begitu saja, dengan syarat Teyi tidak menceritakan tentang ketidak jantanannya. Sebenarnya bukan Sapardal tidak jantan, melainkan dia merasa segan pada Teyi yang dinilainya sebagai seorang wanita hebat, yang lebih tinggi dari dia, sehingga dia tidak berani menyentuh angsung Teyi pada saat malam pertama itu.

Sehari setelah pesta pernikahannya, Teyi segera pergi main ke loji, dengan alasan untuk menengok temannya, Dumillah. Padahal alasan utamanya adalah untuk bertemu dengan Kus Bandarkum, dan menyatakan persaan cintanya pada dia. Maka terjadilah hubungan persetubuhan diantara mereka, dan Teyi memutuskan untuk memilih Kus Bandarkum.

Bersambung….

Ready Guys

Sudah lama juga nih ga nulis. Malas mendera. Ini kalau sudah menyerang…..wah bisa gawat…wat…wat. tidak ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit malas ini.

Ini…mau cerita dikit. Dalam libur seminggu kemarin, lumayan lah…ada menyenangkan dan ada yang tidak. yang penting diambil hikmahnya saja. semua kan ada pelajarannya.

Tak terasa…sebenta lagi dah mau ujian IB neh……Students mesti disiapkan, tapi kelihatannya mereka nyantai aja sih, mudah-mudahan hanya kelihatannya saja, semoga yang tidak kelihatan tidak…hahaha…..apa coba, bingung deh.

Term ini cukup pendek sih. hanya dua bulan. kalau untuk grade 12 maksimal belajarnya hanya sebulan setelah itu…Ujian IB deh.

Semoga sukses deh. gud luck guys :)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.